oleh

Jika Lockdown Diberlakukan, Perusahaan Harus Siap Biayai Karyawan

TOPIKTERKINI.COM, HALTENG | Ratusan warga masyarakat desa Sagea Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah Sabtu, (4/4/20) pukul 09.30 Wit telah dilaksanakan Aksi Unjuk rasa (Unras) yang berlangsung di Mangate Tanjung Ulie desa Sawai Lelilef Kecamatan Weda Tengah.

Jika Lockdown Diberlakukan, Perusahaan Harus Siap Biayai KaryawanRatusan massa aksi menuntut kepada Manager HRD untuk melakukan hearing terbuka tentang kejelasan rencana lock down, jika hal ini dilakukan maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat, selain itu masa aksi meminta agar rencana tersebut dibatalkan.

Jika lock down dilakukan maka perusahaan harus menanggung biaya bagi karyawan yang sementara dirumahkan. Maksud dan tujuan kami menolak Lock down yang akan dilakukan pihak perusahaan,” teriak Korlap Melani.

Pukul 11.20 Wit Perwakilan perusahaan PT IWIP yang diwakili oleh Marlon Kandow didampingi Kapolres Halteng AKBP Nico A Setiawan Sik menemui ratusan masa aksi untuk lakukan heraing terbuka namun masa aksi menuntut, hanya ingin bertemu langsung dengan Manager HRD Rosalina Sangaji.

Jika Lockdown Diberlakukan, Perusahaan Harus Siap Biayai KaryawanPada pukul 11.30 Wit ratusan masa aksi dan petugas keamanan bentrok dan terjadilah kontak fisik hingga pelemparan batu antara masa aksi dengan petugas keamanan.

Ratusan masa aksi membubarkan diri pada pukul 12.40 WIT usai menyampaikan semua tuntutan mereka kepada perwakilan perusahaan melalui Marlon Kandow. Namun, dalam hering terbuka itu tidak ada keputusan karena Bagian Manager HRD perusahaan Rosalina Sangaji tak bernyali menemui ratusan masa aksi.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed