oleh

Gele-Gele Desak Investasi Asing Tindaklanjuti Harga Lahan Penetapan Presiden

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG |  Direktur LSM Gele-Gele Kabupaten Halmahera Tengah, Husen Ismail Selasa, (07/07/20) pagi tadi kepada awak media memberikan apresiasi kepada bapak Presiden RI Jokowi terkait dengan penetapan harga lahan permeter sebesar 300.000 ribu rupiah.

Karena dari harga lahan diatas, masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 100.000 ribu rupiah permeter. Sementara untuk warga pemilik lahan Investor atau perusahaan harus membayar sebesar 200.000 ribu permeter,” tandas Husen Ismail.

Husen juga meminta kepada pemerintah dan investor atau perusahaan agar menindaklanjuti penetapan harga lahan yang diputuskan bapak Presiden RI Jokowi demi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, Husen juga berharap agar pihak Investor yang menangani lahan agar dilakukan dengan transparan dan profesional, karena sejauh ini persoalan lahan selalu menjadi masalah. Hal seperti ini terjadi akibat ada dugaan mafia lahan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan terkesan menguntungkan kelompok dan pribadi,” terangnya.

Persoalan pembebasan lahan menjadi salah satu persoalan besar di daerah kita. Untuk itu, melalui penetapan harga lahan diatas, Investor diminta untuk mentaatinya jangan terkesan membeli ikan dipasar atau menggunakan calo,” papar Husen.

Husen juga mengutip pernyataan bapak Bahlil yang mengajak kepada Duta Besar (Dubes) untuk bisa turun dan melihat kawasan Industri di Lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah, karena terkesan terlalu menyusahkan masyarakat banyak,” lanjutnya.

Husen juga mengutip penyataan Bapak Presiden Jokowi yang sudah memberikan diskon kepada para Investor, apa bila di Negara lain menjual Tanah seharga 1.000.000 rupiah permeter, maka kami di Indonesia akan memberikan harga 500.000 ribu rupiah permeter. Jika diketahui di Negara lain harga tanah 500.000 ribu rupiah permeter, maka kami di Indonesia akan memberikan harga tanah 300.000 ribu rupiah permeter.

Untuk itu diharapkan kepada masyarakat di kawasan Industri jangan mau jika pihak pemerintah dan perusahaan membayar lahan tanah dengan harga 9000 ribu rupiah karena itu telah merugikan masyarakat,” imbaunya.

Mulai sekarang mari buka mata dan pikiran kita basudara samua mulai dari warga desa Lelilef, Gemaf, Sagea, Fritu, Dotte, Messa, Sepo sampai Patani dan Kecamatan Pulau Gebe, cukup kita di bodohi dengan harga lahan tanah,” ajaknya.

Penulis : Lamagi La Ode

Komentar

News Feed