oleh

Tak Pasang Plang, Proyek Katingan Iksan Canox Diduga Tabrak Aturan

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Proyek katingan pembangunan Gedung Aula Polres Halteng diduga tabrak aturan oleh masyarakat. Pasalnya proyek yang melahap anggaran ratusan juta rupiah itu berjalan tanpa papan informasi (Plang).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Aula Polres Halteng, Bambang Prakoso saat dikonfirmasi Selasa, (7/4/20) sore tadi mengatakan, pekerjaan tersebut adalah milik CV Putri Hazrah yang konon katanya dinakodai oleh Iksan Ishak alias Iksan Chanox. Tentu Iksan dianggap berani mengkangkangi sejumlah aturan tentang keterbukaan informasi public.

“Anggaran proyek itu Rp 195 juta. Tapi selama tahapan pekerjaan awal berlangsung baru dilakukan pencairan 30 persen dengan nilai uang muka kurang lebih Rp 58.500.000,” jelas Bambang kepada awak media via pesan watshapp.

Sementara Humas DPD JPKP Halteng, Rosihan Anwar menyayangkan pekerjaan tersebut. Katanya, jika proyek dikerjakan tanpa Plang bisa diduga ada indikasi korupsi didalamnya. Sehingga Rosihan meminta hal ini dapat ditelusuri oleh penegak hukum.

“Jika anggaran proyek 195 juta dikerjakan dengan ketidak transparan oleh orang kepercayaan CV Putri Hazrah maka ini bisa berdampak pada korupsi. Pasalnya, selama tahapan pekerjaan berlangsung tidak dipasangi plang sebagai amanat UU,” kata Rosihan.

“Mestinya kontraktor yang nota benenya tim pemenangan atau simpatisan pemerintahan Elang Rahim, harus mengerjakan proyek itu dengan profesional, transparan dan bertanggung jawab bukan sebaliknya mempermalukan nama Elang Rahim,” sambungnya.

Proyek tanpa plang ini sudah sering terjadi. Salah satunya proyek pembangunan Pandopo Falcilno. Proyek ini hingga selesai tak pernah memperlihatkan plang atau jumlah anggaranya kepada masyarakat.

Meskipun begitu, hal ini tak ada perhatian dari pihak terkait berupa teguran. Sehingga persoalan ini dibilang biasa saja oleh para kontraktor mafia proyek.

“Bahkan banyak proyek – proyek yang tersebar di setiap desa dan Kecamatan atau Halteng terdapat ada yang tidak memasang identitas proyek. Nanti ketika diketahui dan dipublikasi oleh media baru memasang plang. Itu namanya kontraktor tiba saat tiba akal,” katanya.

Sikap kontraktor seperti itu kata Rosihan, terkesan dilakukan pembiaran dari dinas terkait sehingga para rekanan kerja tidak mengindahkan peraturan yang telah ditetapkan dalam Pepres Nomor 70 tahun 2012. Bahwa pemasangan papan plang proyek wajib dan Kepres Nomor 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah, diwajibkan untuk memasang papan nama proyek.

“Sehingga dari pembiaran itu warga tidak dapat mengetahui spesifikasi rincian proyek yang dikerjakan. Proyek yang dipercayakan kepada kontraktor tersebut juga kebanyakan makan untung. Kemudian dalam pekerjaannya sering terjadi asal-asalan, jadi wajar dan tak perlu heran lagi, setiap proyek baru beberapa bulan selesai, sudah kembali mengalami kerusakan,” tutupnya.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed