oleh

Gawat, Pemdes dan BPD Desa Buli Karya Hingga Kini Tak Salurkan BLT, Ada Apa?

TOPIKTERKINI.COM – HALTIM | Seperti diketahui, bahwa Pemerintah mengalihkan sebagian anggaran untuk program jaring pengaman sosial bagi warga yang terdampak Covid-19. Namun, kadang Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diambil dari APBN dan APBD bahkan DD ini penyaluran dilapangan mendapat kendala.

Buktinya, anggaran BLT dengan indeks Rp 600.000 per bulan ini tak disalurkan Pemerintah dan BPD Desa Buli Karya Kecamatan Maba Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara (Malut) kepada masyarakat.

Sehingga pada hari Senin, (18/5/20) kemarin tepat dikantor Desa Buli Karya digelarlah Rapat Penetapan Musyawarah Khusus Penerima (RPMKP- BLT) yang dihadiri Camat Maba, Pj Kepala Desa Buli Karya, Wakil Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, dan sejumlah unsur masyarakat.

Gawat, Pemdes dan BPD Desa Buli Karya Hingga Kini Tak Salurkan BLT, Ada Apa?Menurut Pj Kepala Desa Buli Karya, Safi Marsaoli bahwa mestinya sebelum tanggal 24 Mei 2020 sudah harus disalurkan kepada masyarakat untuk dimanfaatkan keperluan lebaran idul fitri.

“Penyaluran Bantuan Langsung Tunai atau disebut BLT ini harus disalurkan oleh Pemerintah Desa Buli Karya sebelum tanggal 24 Mei 2020. Namun, terjadi kendala di internal Pemerintah dan BPD,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua Karang Taruna Desa Buli Karya Sudrajat Mumen kepada awak media Minggu, (24/5/20) siang tadi menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu kami masyarakat hanya meminta agar Pemerintah Desa dan BPD jujur dan adil (jurdil) serta transparan terkait dengan penyaluran anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini.

“Kalau sudah pakai uangnya bilang saja sudah pakai, agar masyarakat tahu kalau anggaran BLT nya sudah dipakai oleh Pemerintah dan BPD desa Buli Karya. Padahal, uang BLT tersebut sudah jelas penyalurannya, tetapi sampai saat ini Pemerintah Desa dan BPD tidak menylurkannya kepada masyarakat, ada apa,” tanya Wakil Ketua Karang Taruna Desa setempat.

Ada dugaan kuat lanjut Sutrajat Mumen, anggaran BLT itu sudah dipakai habis oleh Pemerintah Desa dan BPD sehingga tak sepersen pun diberikan kepada masyarakat yang hak menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Masih terkait perihal diatas, berbagai informasi yang dihimpun awak media via sambungan telpon baru-baru ini hingga dibenarkan Wakil Ketua Karang Taruna bahwa paska rapat khusus musyawarah penerima BLT, salah satu BPD kabur lewat jendela kantor desa karena diduga kuat tak mampu mempertanggung jawabkan anggaran BLT tersebut, memalukan.

Terkait BLT ini, diminta kepada pihak penyidik Polres Haltim untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan anggaran BLT yang diduga kut diselewengkan oleh Pemdes dan BPD desa Buli Karya inj,” tegas Sudrajat.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed