oleh

Lagi, 2 Tambahan Kasus Positif Baru Covid-19 Di Jeneponto

TOPIKTERKINI.COM-JENEPONTO- Seminggu setelah pelaksanaan hari raya idul fitri, Kabupaten Jeneponto kembali mendapatkan 2 (dua) tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19.

Kali ini dua tambahan kasus tersebut yakni pasien nomor 6 dan nomor 7 merupakan cluster Makassar. Juru bicara percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Jeneponto Mustaufiq mengungkapkan hasil laboratorium kedua pasien tersebut.
“Sesuai hasil laboratorium yang resmi kami terima hari ini, pasien dengan inisial Ny. S berusia 34 tahun dan pasien Tn. B berusia 47 tahun dinyatakan positif Covid-19 dan merupakan cluster Makassar”, ungkapnya via WhatsApp (senin, 01/06/2020).

Mustaufiq juga menjelaskan hasil screening yang menunjukkan bahwa kedua pasien ini merupakan cluster Makassar.
“Untuk Ny. S (34) merupakan seorang asisten rumah tangga dimana beberapa hari sebelum idul fitri berkunjung ke Makassar menemui anaknya yang sedang sakit, sedangkan untuk Tn. B (47) adalah warga Jeneponto yang beraktivitas di bilangan Kota Makassar dan Jelang Idul fitri mudik ke Jeneponto, sekaitan dengan hasil laboratorium keduanya yang positif maka dilakukan tracing kontak erat dan kontak longgar kedua pasien tersebut, saat ini kedua pasien berada di rumah sakit rujukan Covid-19 di Makassar, Tn. B (47) berada di RS. Pelamonia untuk di isolasi dan Ny. S (34) berada di RSUD Saya menjalani isolasi”, terang Kabag Humas Kabupaten Jeneponto ini.

Dari informasi yang sempat Topikterkini.com himpun dilapangan, salah seorang petugas layanan kesehatan RSUD Latopas yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku telah diambil sampel spesiman untuk dilakukan PCR saat Tim Gerak Cepat (TGC) melakukan tracing di RSUD Latopas.
“Kami telah diambil Spesiman¬† untuk dilakukan Tes PCR, ada puluhan orang yang di sampelnya”, terangnya.

Saat ditanyai alasan mengapa mereka harus melakukan uji PCR, petugas ini mengungkapkan jika kemungkinan ini berawal dari informasi tidak benar yang diberikan oleh keluarga pasien terhadap petugas kesehatan yang sedang bertugas saat itu.
“Mungkin ini bagian dari protap penanganan Covid-19 sebab kemarin saat pasien tersebut masuk dilayanan kesehatan RSUD Latopas pihak keluarga memberikan informasi yang tidak benar mengenai apakah pasien pernah berkunjung ke daerah zona merah, jadi pihak keluarga pasien seakan menutupi jika pasein ini pernah dari Makassar, hal itulah yang membuat banyak kontak erat dengan pasien karena pasien tidak langsung ditempatkan diruang isolasi Covid-19” terangnya.

Petugas layanan tersebut berharap kedepannya agar masyarakat mau bekerja sama untuk bersama memutus mata rantai penyebaran covid-19.
“Sebagai petugas kesehatan kami sangat berharap kepada masyarakat agar tidak memberikan informasi yang keliru kepada petugas medis, sebab informasi keliru tersebut akan berakibat sangat fatal baik bagi tenaga medis demikian pula kepada orang lain yang berada di sekitar layanan kesehatan, semoga masyarakat kita masih tetap bersedia untuk taat pada protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan dan menjaga kebersihan diri agar kita dapat sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19”.tutupnya.(*)¬†

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed