oleh

Sekda Halteng Mengaku Salah Loloskan Puluhan ASN dari Zona Merah Masuk ke Weda

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Terkait lolosnya puluhan ASN Pemkab Halteng dari zona merah (Tikep) masuk ke kota Weda itu, Sekda Halteng Yanto M Asri mengaku salah dan tak membelah diri bahkan meminta dukungan dari siapa pun, Bupati maupun Wabup termasuk keluarga, saya tidak minta itu.

Saya secara pribadi hanya bertanggung jawab untuk 21 orang ASN. Selain itu Sekda juga meminta tuntutan masa aksi untuk disampaikan kepada Pemerintah secara internal setelah aksi ini,” pintah Sekda dihadapan masa aksi Senin, (01/06/20) sore kemarin.

Sekda juga mengisahkan kronologis sampai dirinya meloloskan puluhan ASN itu masuk ke Weda Kabupaten Halmahera Tengah. “Minggu pagi dirinya pergi ke kebun miliknya dan mendapat informasi dari tim covid -19 kecamatan yakni Sekcam Weda Ilham Hi Suud terkait puluhan ASN yang ditahan di Posko Moreala dari jam 9.00 wit (pagi) karena puluhan tidak membawa hasil rapid test dari Tidore Kepulauan (Tikep),” kisahnya.

Dan pada jam 9 pagi itu saya pergi di kebun lanjut Sekda, kemudian saya juga mendapat informasi dari Sekcam lagi yang menyatakan bahwa tunggu Sekda pulang. Sementara saya (Sekda) pulang dari kebun itu sudah pukul 17.30 wit atau stengah enam, dan saat itu puluhan ASN masih siaga di Posko moreala.

Seandainya kalau mereka warga Payahe dan Oba, maka saya akan suru mereka kembali. Karena saya melihat mereka adalah ASN yang bertugas di Pemkab Halteng maka saya berkoordinasi dengan Sekretariat Satgas, masih adakah sisa rapid test yang diberikan PT IWIP untuk karyawannya dan jawaban dari Satgas masih ada, sehingga saya butuh 21.

Intruksi Bupati saya langgar tetapi protap kesehatan saya ikuti karena puluhan ASN itu di rapid test menjelang jam 6 sore. Selain itu, saya juga menjaga sampai 3 orang selesai di rapid test karena waktu magrib saya pulang ke rumah, selesai magrib saya balik dan pantau kembali dan menanyakan hasil rapid test puluhan ASN itu kepada Kadinkes Rija Rajana dan Alhamdulillah semua non-reaktif,” jelas Sekda.

Namun sebelumnya sudah saya sampaikan kepada puluhan ASN itu agar tidak keluar rumah bahkan ke pasar pun tidak bisa (karantina) dirumah selama 14 hari. Akan tetapi semalam saya mendapatkan informasi warga menyoal lolosnya puluhan ASN itu, saya perintahkan puluhan ASN itu kembali lagi ke Tidore Kepulauan (Tikep) pada jam 10 pagi sekaligus dikawal oleh Patroli Satpol PP sampai ke Loleo Oba,” terangnya.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed