oleh

Tiga Unit Rumah Dinas Guru di Desa Woekob tak tuntas dan memprihatinkan

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Kurang lebih lima orang warga desa Woekob Kecamatan Weda Tengah Rabu, (17/06/2020) sore kemarin mengaku kesal dengan pembangunan tiga unit rumah dinas guru yang berada di desa Woekob ini. Pasalnya, pekerjaan proyek tiga unit rumah dinas itu tak dituntaskan oleh pihak kontraktornya.

Tiga Unit Rumah Dinas Guru di Desa Woekob tak tuntas dan memprihatinkanTiga unit rumah dinas yang diduga tipe 36 ini terlihat kumuh dan tak terawat karena telah dikelilingi semak belukar sehingga hampir tak terlihat lagi oleh warga desa setempat.

Proyek tiga unit rumah dinas guru yang dikabarkan menelan APBD Halteng 2018 sebesar Rp 500 juta lebih kini tak dituntaskan pembangunannya. Sangat disayangkan ratusan juta uang rakyat diberlakukan seperti itu,” kesal lima orang warga setempat saat ditemui tentang tiga rumah dinas guru tersebut.

Kelima warga desa Woekob yang enggan menyebutkan identitasnya Itupun menyebutkan bahwa proyek tiga rumah dinas guru itu dikerjakan oleh warga Lelilef Woebulen Kecamatan Weda Tengah atas nama Husen Ramli.

Tiga Unit Rumah Dinas Guru di Desa Woekob tak tuntas dan memprihatinkanPantauan di lapangan bangunan tersebut terbuat dari bahan beton pada bagian dinding dan lantai tegel ini terlihat tak terurus dengan kotoran binatang. Sementara pada bagian atap juga beberapa titik sudah mulai rusak sehingga saat hujan bagian dalam bangunan dipastikan basah.

Ironisnya, hingga saat ini bangunan rumah dinas guru ini sejak lama tidak tersentuh perbaikan sama sekali oleh kontraktor dan instansi terkait. Masih terkait tiga unit rumah dinas guru itu, Dinas Pendidikan Pemkab Halteng terkesan membiarkan kerusakan tiga unit rumah dinas yang menghabiskan uang rakyat ratusan juta itu,” ungkap warga.

Kelima warga setempat berharap agar pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah dapat segera melakukan pembangunan atau melanjutkan tiga unit rumah dinas guru tersebut.

“Kami mohon perhatian kepada dinas terkait untuk memperhatikan hal ini. Karena dengan kondisi bangunan rumah dinas guru yang mengenaskan tersebut berimbas pada lancarnya proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Karena ada guru yang rumahnya jauh dari sekolah, tentu guru yang bertugas butuh tempat tinggal yang layak,” sebut warga.

Hingga berita ini ditayangkan, Husen Ramli warga desa Lelilef Woebulen Kecamatan Weda Tengah yang diduga sebagai kontraktor pada proyek itu belum sempat dikonfirmasi terkait dengan tak tuntasnya pembangunan tiga unit rumah dinas guru tersebut.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed