oleh

Mahasiswa Aceh Asal Pakpak Bharat Dukung FBT MO, Ini Alasannya

TOPIKTERKINI-PAKPAK BHARAT-Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) Serentak akan dilaksanakan 09 Desember 2020, banyak Tokoh Masyarakat, Kelompok Masyarakat hingga Pemuda sudah menyatakan sikap atas dukungannya di Pilkada Kabupaten Pakpak Bharat.

Begitu juga dengan Mayoritas Mahasiswa Pakpak Bharat yang Kuliah di Aceh telah menyatakan sikap dukungan kepada Pasangan Calon Franch Bernhard Tumanggor dan Mutsyuhito Solin atau FBT MO menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pakpak Bharat.

Ada beberapa alasan yang menjadikan Mahasiswa Pakpak Bharat yang Kuliah di Aceh mendukung FBT MO

Hardianto Berutu Mahasiswa Universitas Malikussaleh saat diwanancarai media ini mengatakan “Saya memilih FBT MO karena saya sakin Paslon ini mampu mensejahterakan masyarakat Pakpak Bharat karena paslon ini memiliki kemampuan dan memiliki banyak sekali relasi baik di tingkat Provinsi hingga ke Pusat”

Kemudian Nina Nola Tumangger Mahasiswi Universitas Samudra menjelaskan “Kenapa saya memilih Fbt mo berhubung kandidat paslon 01 yaitu Fbt mo memiliki sinerji yang kuat dalam membangun daerah pakpak bharat ,baik di bidang mana pun itu boleh itu kesejahteraan pertanian, pendidikan yang berkualitas.

Berhubung FBT MO cocok sekali menjadi bupati pakpak bharat karena memiliki semangat,niat dan tekad yg kuat dalam pembangunan demi kesejahteraan rakyat.
Bukan karena dia anak dari yang menjadi salah satu tokoh pemekaran kabupaten Pakpak Bharat ,melainkan beliau adalah pemuda yang aktif di berbagai bidang pastinya memiliki cakrawala yang luas dan mampu menerapkan segala pengetahuan dan pengalamanya di Pakpak Bharat” tambah Nina

Ayustriyani Sagala Mahasiswi Universitas Teuku Umar juga turut mengemukakan alasannya mendukung FBT MO

“Adapun alasan memilih fbt mo karena saya melihat tujuan dari fbt mo, sebagai mahasiswa fakultas Pertanian saya melihat paslon no 1 sangat memperhatikan pengelolaan pertanian. yang pertama saya sangat setuju dengan program pengadaan pupuk, karena saya sebagai seorang anak petani sangat merasakan gagal panen saat tidak adanya pupuk kalaupun ada harus lewat kabupaten dan harganya juga tinggi. kemudian yang kedua yaitu pengolahan bahan pertanian menjadi bahan setengah jadi salah satunya gambir, tentunya dalam hal ini jika kita mampu mengolah menjadi produk yang bermutu kenapa harus menjual bahan mentahnya saja, dalam hal ini ekonomi masyarakat pakpak bharat pasti akan terbantu juga.

karna saya melihat peluang dalam pengolahan gambir sangatlah banyak. tetapi kurangnya skill untuk mengolahnya. untuk itu tujuan paslon sangat membantu masyarakat menuju pakpak bharat yang maju” Ujar Ayus

Sebelumnya juga telah dilakukan Pertemuan Delegasi Mahasiswa Aceh asal Pakpak Bharat dengan Franch Benhard Tumanggor. (Wendy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed