BeritaDAERAHEKONOMINTB

BUNTUT KELANGKAAN LPG 3 KG, MAHASISWA DI LOTIM SEBUT BUPATI JANGAN DIAM SAJA, SEGERA BERTINDAK DATANGI PERTAMINA SEBELUM KAMI YANG DATANGI!

67
×

BUNTUT KELANGKAAN LPG 3 KG, MAHASISWA DI LOTIM SEBUT BUPATI JANGAN DIAM SAJA, SEGERA BERTINDAK DATANGI PERTAMINA SEBELUM KAMI YANG DATANGI!

Sebarkan artikel ini

TOPIKTERKINI.COM.LOMBOK TIMUR—Kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur dalam beberapa hari terakhir mendapatkan sorotan dari kalangan mahasiswa.

 

Mereka menilai pemerintah daerah lamban merespons persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat kecil tersebut.

Sekretaris eksternal Pmii lotim, Fahmi yang menyatakan bahwa kelangkaan gas melon telah menyebabkan harga melambung tinggi di tingkat pengecer, bahkan mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya. Kondisi ini, menurut mereka, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Kami meminta Bupati Lombok Timur untuk tidak diam saja. Ini masalah yang nyata dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah harus segera turun tangan melakukan pengawasan dan memastikan distribusi LPG berjalan normal,”Ujarannya.

Ia menilai lemahnya pengawasan terhadap agen dan pengecer menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kelangkaan. Mereka juga mendesak agar pemerintah daerah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan pasokan di tingkat pangkalan.

“Jika pemerintah tidak tegas, maka kondisi seperti ini akan terus berulang. Kami tidak ingin masyarakat kecil menjadi korban permainan oknum tertentu,” tegas.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah-langkah penanganan kelangkaan LPG 3 kilogram.

 

Namun, mahasiswa menegaskan akan melakukan aksi turun ke jalan apabila tidak ada respons dalam waktu dekat.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan konkret agar distribusi LPG kembali normal dan harga dapat stabil seperti sebelumnya.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *