oleh

GP Ansor Konut Nilai Pilkades Serentak Sarat Jual Beli Suara

TOPIKTERKINI.COM – KONUT: Pemilihan Kepala Desa serentak sebanyak 86 Desa se Kabupaten Konawe Utara yang akan di gelar pada Jum’at 13 Desember 2019 dua hari mendatang kini mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali juga dari pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor ( GP – ANSOR ) Konawe Utara.

Foto : Ardin. T Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Konawe Utara

Bagaimana tidak kata Ardin. T yang juga menjabat wakil ketua GP – ANSOR Konut, penomena politik uang pada Pemilihan Kepala Desa ( PILKADES ) bisa jadi merupakan hasil metamorfosis dari tindakan serupa di level kontestasi politik diatasnya sehingga ajang PILKADES kali ini menjadi semakin seksi untuk di perbincangkan dalam beberapa hari ini.

Dengan adanya anggaran yang di kucurkan oleh pemerintah pusat melalui program dana desa yang angkanya begitu fantastis maka ini akan semakin membuka ruang gerak bagi setiap Calon Kepala Desa ( CAKADES ) untuk melakukan tindakan politik uang ( Money Politics )” ucap Ardin. T

” Sehingga menurutnya inilah yang kemudian menjadi alasan kenapa banyak pihak untuk ikut serta dalam berkompetisi menjadi CAKADES, bahkan pertarungan ide atau gagasan serta program kerja selama 6 Tahun kedepan sering terabaikan dan biasanya pembangunan di Desa akan menjadi mandek dan tidak maksimal ” katanya.

Masih kata Ardin. T, jika kita mengingat sejarah masa lampau, dahulu jika berkeinginan menjadi seorang Kepala Desa motivasinya hanya karena semata – mata mengharapkan meningkatnya pembangunan di wilayah Desa tersebut dengan hanya mengandalkan anggaran daerah saja.

BACA JUGA: Pemilik Lahan Segel Lokasi Penambangan PT. Antam di Blok Tapunopaka Konut

Ia juga menambahkan ” Tetapi kondisi tersebut sekarang ini sangat jauh berbeda jika kita menilai dengan sangat jelas, beberapa diantaranya yang ikut CAKADES tanpa kita menyebutkan satu persatu tentunya motivasinya hanya karena tergiur dengan anggaran dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ) yang besarannya bahkan bernilai miliyaran rupiah ”

” Jadi sangat menjadi wajar jika PILKADES serentak kali ini rentan dengan praktek jual beli suara guna memenangkan kontestasi tersebut itu di karenakan tergiur dengan banyaknya jumlah anggaran yang akan di kelola melalui program dana desa tersebut dan inilah yang kemudian menjadi celah bagi setiap CAKADES nantinya untuk bermain habis – habisan mengeluarkan dana demi membeli suara ” katanya.

” Namun hal tersebutlah juga yang membuat beberapa Kepala Desa yang tersandung kasus korupsi, sejak Tahun 2015 hingga 1 Januari 2019 misalnya sudah tercatat ada 900 Kepala Desa yang terjerat kasus korupsi dana desa di kutip dari sebuah laman (Tempo.Co) dengan berbagai macam jenis pelanggaran diantaranya Penyelewengan Anggaran dengan modus baru yakni di gunakan untuk menikah lagi dan ada pula untuk membeli kendaraan mewah. Padahal kita tahu, bahwa pengawasan pengelolaan Dana Desa sudah begitu massif mulai dari BPD, Pendamping Desa, Pemerintah Kecamatan, Insfektorat/Bawasda, Kepolisian, dll bahkan Masyarakat setempat itu sendiri. Lalu mengapa masih di sangsikan, Karena semua managemen sistem yang tersedia tersebut belum optimal bekerja ” ucapnya

BACA JUGA: Konsorsium FP3S Desak Polda Sultra Segera Tetapkan Tersangka Desa Fiktif di Konawe

” Maka dari itu kami selaku pengurus cabang GP – ANSOR Konut mengajak semua elemen masyarakat Konawe Utara khususnya yang akan melaksanakan PILKADES serentak nantinya mari kita jadikan PILKADES ini sebagai ritual bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga keberlangsungan kehidupan terus kita rawat dalam bingkai persaudaraan, dan dalam bingkai Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika, perbedaan itu hal yang biasa dalam berdemokrasi namun menjunjung tinggi etika politik dan Adab adalah hal yang luar biasa ” Tutupnya.

Laporan: Endran

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed