ARTIKELJENEPONTOSEJARAH

Sejarah singkat I Maddi Daeng Rimakka, Tewas dalam perang demi harga diri

12817
×

Sejarah singkat I Maddi Daeng Rimakka, Tewas dalam perang demi harga diri

Sebarkan artikel ini
Sejarah singkat I Maddi Daeng Rimakka Saat Tewas Perang

Setelah berkata demikian, I Maddi melangkah turun dari istana menemui pasukannya dan bertitah, “Wahai rakyat dan pasukanku, bersiaplah menghadapi perang! Siapkan pula kudaku, Si Balo Dodong dari Balumbungang.”

Setelah itu, I Maddi menuju ke tempat peristirahatannya, Disana Ia berdiskusi dengan I Rambu Daeng Rimoncong dan I Manja Daeng Mannyarrang tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di medan laga, meskipun Raja Cina di Bontoala tidak berkenan memberinya bantuan.

Genderang perang mulai di tabuh, Matahari masih bersembunyi di timur, namun biasnya cukup terang untuk memulai sebuah perang.

I Maddi Daeng Rimakka beserta pasukannya bergerak perlahan meninggalkan istana menuju ke timur, semakin ke timur, yah… ke medan laga ke sebuah tempat yang telah di sepakati kedua belah pihak di perbatasan Layu di kaki bukit Romang Polong.

Disanalah ajang pembuktian tentang arti sebuah harga diri, meskipun darah dan nyawa sebagai tumbalnya.

BACA JUGA: Raja Kerajaan Lampung Barat Kunjungi Kediaman Raja Gowa ke 38

Maka tanpa kenal lelah, I Maddi beserta pasukannya rela menempuh perjalanan panjang nan berliku, Menyusuri hutan belantara, mendaki bukit, dan menyeberangi sungai-sungai, hingga sampailah mereka di perbatasan Romang Polong ketika matahari tepat diatas kepala.

Dari arah timur, nampak pula Karaeng Bontotangnga bersama pasukannya terlihat laksana sebuah pulau kecil. Hadir pula bersamanya, Ballaco Bontotangnga, I Cangkiong di Mannyumbeng, dan I Pa’da’ di Arungkeke.

I Rambu dan I Manja yang melihat gerombolan pasukan tersebut seketika menjadi pucat, Nyalinya menciut dan kehilangan keberanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *