oleh

Status Facebook Iksan Chanox Diduga Lecehkan Profesi Wartawan

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Sejumlah wartawan media online liputan Halmahera Tengah (Halteng) sangat menyayangkan status Iksan Chanox yang diposting di Grup Nuansa Halteng. Status tersebut diduga melecehkan profesi wartawan se-Indonesia.

Iksan Chanox dalam tulisannya tulis “Cari duit dalam berita” hal itu tentu merusak citra Wartawan. Status yang tidak seharusnya di lakukan oleh Iksan tentu membuat Wartawan liputan Halteng resah dan menilai tulisan itu merupakan suatu pelecehan terhadap profesi Pers.

“Jika pernyataan itu ditujukan dengan maksud menghina dan merendahkan profesi wartawan, tentu itu melanggar UU Pers. Ini harus diperjelas, siapa wartawan yang Iksan maksud. Orang seperti ini harus diberi sanksi, sebagai mana tertuang didalam UU Pers bahwa siapapun yang menghalang – halangi atau menghina martabat dan profesi wartawan,” Jelas Ketua Ikatan Wartawan Online(IWO) Halteng, Sahwan di Caffe Bukit Goeng, Senin (6/4/20).

“Kami akan menempuh jalur hukum jika yang bersangkutan tidak mengklarifikasi statusnya itu,” sambungnya.

Wan menambahkan, status yang dinilai melecehkan profesi wartawan ini akan kami laporkan kepada aparat Kepolisian untuk dipertanggungjawabkan.

“Karena ini masalah delik pidana pers sesuai aturan dan UU Pers. Jika cukup bukti tindak pidananya, tidak ada jalan lain hukum harus ditegakkan,” pintah Sahwan.

Status Facebook Iksan Chanox Diduga Lecehkan Profesi WartawanIWO juga meminta penegak hukum untuk menindak tegas jika ada unsur pidana terhadap pencemaran nama baik terhadap insan Pers. Sebab dalam pasal dan ancaman pidana sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ketentuan pidana pasal 18 bahwa, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). Jika soal delik pidana pers tak perlu ada mediasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ahkamil Hamid yang juga anggota IWO ini mengaku kesal yang dalam dan akan melaporkan perihal status tersebut ke Mapolres Halteng. Ia sangat menyesalkan dengan status Iksan Chanox yang dinilai melecehkan profesi wartawan.

Wartawan dalam melaksanakan tugasnya tetap mengacu pada etika jurnalis dan UU No 40 tahun 1999 Tentang Pers Bahwa, kebebasan pers adalah hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum,” ujar Kemal nama sapaan Ahkamil Hamid.

Bahkan lanjut Kemal, dalam UUD Tahun 1945 disebutkan antara lain dalam pasal 28 F bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

“Kok bisa pasang status “Cari duit dalam berita” maksud Iksan Chanox apa,” kesal Kemal.

Sementara Iksan Canox saat dimintai untuk menjelaskan maksud dan tujuan statusnya itu, malah mengklaim bahwa dirinya juga menggunakan media dan tidak menyerang profesi wartawan, apa lagi menyerang privasi personal.

Reporter : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed