oleh

Diduga Persaingan Bisnis, Warga Pribumi di Usir Habis Pihak Perusahaan

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Sejumlah warga pribumi yang nota benenya warga Lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah yang telah mengorbankan lahan mereka demi sebuah investasi raksasa dibidang industri ini, kembali membuat aksi dengan mengusir delapan KK pedagang.

Pengusiran pedagang itu dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan petugas security. Hal ini terjadi karena ada dugaan persaingan bisnis antara warga pribumi dengan bagian eksternal perusahaan. Padahal, warga pribumi hanya mencari sesuap nasi akibat kehilangan lahan yang diperuntukan untuk investasi raksasa itu,” ujar Sius Takuling kepada awak media Sabtu, (11/4/20) siang kemarin.

Untuk itu, perusahaan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) juga diduga telah mengabaikan pemberdayaan masyarakat karena melarang warga pribumi untuk berjualan di kawasan industri dengan menempati lahan warga yang belum dibebaskan pihak perusahaan,” tuturnya.

Aksi pengusiran yang dilakukan petugas kemarin terhadap dirinya (Naplesius Takuling) ibarat dirinya seorang ISIS yang membuat kerusakan. Atas aksi itu saya pun meninggalkan kios saya tanpa saya tutup dan pulang kekampung. Namun, sempat adu mulut dengan pedagang lainnya,” kisah Sius Takuling.

Menurut Sius pengusiran pedagang seperti kami ini kami menilai pihak eksternal yang juga berbisnis merasa tersaingi sehingga kami diusir dengan cara-cara yang tidak seseuai dengan falsafah fagogoru yang dimiliki daerah kami ini. Sebagai anak Sawai merasa tersinggung dengan cara pengusiran terhadap kami yang telah mengorbankan/kehilangan lahan demi sebuah investasi raksasa ini,” kesalnya.

Masih soal pengusiran itu, Muksin yang juga pedagang Sabtu, (11/4/20) siang kemarin sempat beradu mulut dengan Kepala Security hingga berujung pernyataan sikap secara lisan karena saking niatnya agar pedagang itu keluar dari lokasi.

Kepala Security pun mengorbankan jabatannya asalkan warga pribumi yang berjualan dapat keluar dari lokasi yang belum dibebaskan itu. “Seorang Muksin dengan gelar Sarjana ini sepertinya berhasil menyita enerjik Kepala Security itu sehingga perjanjian lisan antara saudara Muksin (Pedagang) dan Kepala Security pun meruncing tajam.

“Saya siap keluar dari lokasi ini asalkan bapak (Kepala Security) pun harus meninggalkan alias angkat kaki dari Halteng ini dan tantangan itupun diterima oleh Kepala Security sambil jabat tangan sebagai tanda menerima tantangan warga. Namun beberapa menit kemudian Kepala Security itu hingga tak bernyali untuk meneruskan tantangan warga untuk tinggalkan Halteng.

Reporter : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed