oleh

Jasa Expedisi diduga jadi penyebab Material Besi Milik Daeng Barang Tidak Dibongkar

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Keterlambatan pembongkaran material GOR milik Pemkab Halteng yang dibelanjakan Hi Muhammad Daeng Barang terpaksa tak dibongkar oleh personil TKBM Monpower akibat operator Forklift yakni Relan mendapat intruksi dari Pak Yusuf yang konon katanya atas perintah Pak Rachman Chandra yang merupakan jasa expedisi pengiriman barang dari Surabaya yakni PT Patriatama Bima Cakti.

“Saya mendapat perintah dari Pak Yusuf agar barang material GOR milik Pemkab Halteng yang dibelanjakan oleh Hi M Daeng Barang sebanyak 19 kontainer agar jangan dulu dibongkar. Itu yang disampaikan Pak Yusuf tadi, katanya itu perintah Pak Rachman Chandra,” beber Relan kepada awak media Senin, (18/5/20) sore tadi di pelabuhan laut teluk weda di desa Fidi Jaya Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara.

Agent Kapal Tol Laut Pelni Weda Diduga Penyebab Material Besi Milik DB Tidak DibongkarKetika ditanyai awak media apa yang menjadi alasan Pak Yusuf sehingga material besi guna pembangunan Gelanggang Olaharaga (GOR) Fagogoru Pemkab Halteng tak dibongkar oleh buruh. Lagi-lagi Relan mengaku saya tidak tau alasannya, Pak Yusuf hanya sampaikan itu perintah Pak Chandra,” akunya.

Terpisah, dihari yang sama, Pak Yusuf yang merupakan orang kepercayaan Pak Chandra dilapangan saat dikonfirmasi oleh awak media via pesan watshapp bahkan dihubungi via telpon berulangkali, namun Pak Yusuf enggan memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.

Sementara berdasarkan informasi yang diperoleh awak media bahwa personil buruh sudah siaga dilapangan, akan tetapi lagi-lagi operator Forklift saudara Relan menghilang, beberapa jam kemudian barulah Relan beralasan Bbm unit lagi kosong sehingga dilakukan pengisian Bbm solar.

Terkait keterlambatan aktivitas pembongkaran material GOR didalam kontainer yang ditangani saudara Hi M Daeng Barang, maka Direktur LSM Gele-Gele, Husen Ismail mengecam keras sikap Agent kapal tol laut dan operator yang sengaja memperlambat aktivitas bongkar muat di pelabuhan laut teluk weda. Jika kinerja Agent seperti ini maka saya selaku Direktur LSM Gele-Gele optimis lambat cepat akan berdirinya sound sistim didepan pelabuhan laut teluk weda,” tegasnya.

Selain itu kata Husen Ismail Pak Chandra tidak berani menghalangi aktivitas bongkar muat, tetapi pasti ada kepentingan lain Pak Yusuf. Untuk itu, melalui kesempatan ini saya himbau kepada Pak Yusuf agar tidak menginterfensi aktivitas bongkar muat di pelabuhan laut teluk weda,” pintahnya.

Husen menambahkan bahwa yang namanya jasa expedisi pengiriman barang dari Surabaya ke Weda itu harus bertanggungjawab barang orang. Stapping luar atas barang yang berada dalam kontainer itu harus dikerjakan oleh TKBM, ekspedisi harus tau wilayah ini bahwa bongkar muat di dalam maupun luar pelabuhan itu urusan TKBM, jadi Pak Chandra dan Yusuf harus koordinasi dengan buruh,” katanya.

Kami juga bakal mengkonfirmasi dengan Kepala Dinas Perindakop dan UKM terkait harga sembako yang PT Patriatama Bima Cakti sebagai suplayer sembako yang mendapat ijin Pakta Integritas dari Kadis Perindakop. Sebab dinilai tidak transparan terkait dengan harga yang suplayer berikan daftar harga beli barang dari surabaya.

Masih terkait hal ini, malahan Pak Chandra dan Pak Yusuf berencana jual dengan harga eceran. Tidak hanya itu, kami juga akan meminta kepada pihak Sahbandar Weda agar mengevaluasi kinerja salah satu stafnya yakni Relan karena dinilai turut bekerja sama untuk menghambat aktivitas bongkar muat di pelabuhan laut teluk weda,” paparnya.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed