oleh

Ratusan Karyawan Ancam Mogok Kerja Jika Tak di Liburkan Management PT IWIP

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijrah Tahun 2020 Masehi, Jumat, (22/5/2020) pukul 19.00 WIT malam ini, ratusan karyawan PT IWIP mengancam akan mogok kerja jika tak di liburkan oleh Management PT IWIP pada Hari Raya Idul Fitri (lebaran).

Ratusan Karyawan Ancam Mogok Kerja Jika Tak di Liburkan Management PT IWIPRatusan masa aksi meminta kejelasan dari Management PT IWIP agar karyawan di liburkan pada Hari Raya Idul Fitri (libur) secara full baik shift pagi, siang dan malam. “Ratusan karyawan meminta tanggal 24 tepat Hari Raya Idul Fitri diliburkan secara full karena itu momen bagi umat beragama Islam. Apa bila hal ini tidak ditanggapi maka ratusan karyawan mengancam mogok kerja.

Atas tuntutan libur kerja pada hari lebaran itu, pukul 19.40 Wit Perwakilan Management PT IWIP diwakili dari Bagian HRD yakni saudara Memet dan Sam Hanter, ditambah Ketua SPSI PT WBN saudara Kasim Abdullah dan salah satu pengurus SPSI PT IWIP yakni saudari Aulia hadir sekaligus menjelaskan terkait memo yang dikeluarkan PT IWIP.

Adapun paparan yang disampaikan bahwa memo yang dikeluarkan PT IWIP sudah sangat jelas dan mengacu pada aturan pemerintah yakni pada tanggal 24 tepat hari lebaran karyawan diliburkan. Namun bagi karyawan yang ingin melakukan aktifitas setelah sholat Idul Fitri kami pun tidak melarang dan bagi yang tidak bekerja tidak manjadi masalah,” jelas Memet mewakili HRD.

Pada kesempatan itu juga, Ketua SPSI PT WBN Kasim Abdullah mengaku saya selaku Ketua SPSI akan tetap memperjuangkan hak-hak karyawan terutama hak libur pada hari Idul fitri dan kami tegaskan tidak ada pelarangan untuk melakukan sholat pada hari raya idul fitri bagi yang beragama Islam,” pungkasnya.

Kami akan berkoordinasi dengan Management PT IWIP untuk mempertegas terkait aturan memo untuk karyawan PT IWIP,” tegas Ketua SPSI PT Weda Bay Nikel Kasim Abdullah tadi.

Kasim juga menghimbau kepada ratusan karyawan agar malam ini tetap melakukan aktifitas seperti biasa (kerja) dan jangan anarkis karena ini merupakan perusahaan kita sekaligus mengajak kepada ratusan karyawan untuk saling menjaga,” ajaknya.

Mendengar penjelasan dari perwakilan Management, pada pukul 20.15 Wit ratusan masa aksi (karyawan) kemudian mengaku puas dengan penyampaian itu sekaligus kembali beraktifitas.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed