oleh

22 ASN Halteng Lolos Kangkangi Instruksi Bupati, Portal Moreala Didemo Warga

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Kekesalan warga masyarakat Halteng terkait lolosnya 22 ASN Pemkab Halteng dari zona merah yakni Tikep ke Kota Weda tanpa membawa Surat Keterangan Rapid Test Non – Reaktif untuk diperiksa di Pos Satgas Covid -19 di Moreala desa Wedana Kecamatan Weda.

22 ASN Halteng Lolos Kangkangi Instruksi Bupati, Portal Moreala Didemo WargaPuluhan rakyat yang tergabung dengan sejumlah mahasiswa, Organda yan turun ke Posko Satgas Covid -19 di Moreala desa Wedana Senin, (01/06/20) pukul 12.30 Wit siang ini mendesak kepada Pemerintah Daerah agar menemui masa aksi untuk menjelaskan lolosnya 22 ASN Pemkab Halteng atas perintah Sekda Halteng Yanto M Asri,” kesal Korlap Aksi dalam orasinya.

Padahal sudah jelas Surat Instruksi Bupati Nomor 35/UM/2020 tentang Perubahan Kedua atas Instruksi Bupati Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) jelas dilarang melakukan perjalanan keluar daerah terutama ke daerah terjangkit di dalam maupun di luar Maluku Utara.

Jika perjalanan keluar daerah sangat mendesak dilaksanakan, maka dilarang untuk kembali ke Halteng terkecuali membawa Surat Keterangan Sehat Bebas Covid-19 beserta Surat Keterangan Rapid test Non-reaktif dari Dinas Kesehatan atau rumah sakit dari daerah asal serta wajib melaporkan diri ke tim Gugus Tugas Covid 19 Halteng.

Tak hanya itu, mereka juga harus melakukan karantina rumah atau isolasi mandiri selama 14 hari dibawah pengawasan Tim Gugus Tugas Covid-19,” lanjut masa aksi.

22 ASN Halteng Lolos Kangkangi Instruksi Bupati, Portal Moreala Didemo WargaMasa aksi yang mengatasnamakan Rakyat Bantu Rakyat (RBR) juga meminta agar para ASN itu dikembalikan ke Tikep kembali, sebelum kami hadirkan masa aksi dan warga masyarakat yang lebih banyak.

Ilham Suud, Ketua Tim Satgas Pencegahan Covid 19 Kecamatan Weda kepada media ini mengaku, 22 ASN ini lolos masuk karena diperintahkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Halmahera Tengah Yanto M. Asri.

“22 ASN ini sudah kami tahan di Pos Moreala sejak siang sampai sore, namun disuruh masuk oleh Sekda untuk melakukan rapid test di Dinas Kesehatan Halteng,” ujar Ilham.

Menurutnya, Surat Edaran Bupati Halteng sudah jelas mengatur persyaratan keluar masuknya warga masyarakat, apa lagi warga itu dari zona merah. “Mereka ASN itu tidak memiliki Rapid test Non-reaktif dari Dinas Kesehatan kota asal,” ujar Ilham yang juga Sekretaris Camat Weda ini.

Ilham menambahkan, kalaupun ASN dispesialkan meski tidak ada Rapid Tes Non reaktif maka tidak perlu lagi untuk menjaga Pos Moreala sebab orang bebas keluar masuk. “Masyarakat biasa tanpa Rapid Tes Non-reaktif kita suruh balik jangan masuk Weda, sementara mereka ASN kita suruh masuk padahal mereka ini dari zona merah yaitu Kota Tidore,” tandas Ilham.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed