oleh

Asyik Juga, Bupati Halteng Buat Intruksi Sekda Yang Melanggar

TOPIKTERKINI.COM – HALTENG | Rupanya kebijakan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Halteng, Yanto M Asri yang meloloskan puluhan ASN dari Tidore Kepulauan (Tikep) membuat kekesalan warga dari berbagai kalangan.

Buktinya, kebijakan Sekda itu menuai protes dan kekesalan warga sehingga berujung aksi pemboikotan jalan di Posko Satgas Covid -19 di Moreala desa Wedana Kecamatan Weda Senin, (01/06/20) siang hingga sore tadi.

Asyik Juga, Bupati Halteng Buat Intruksi Sekda Yang MelanggarMenurut puluhan masa aksi tadi, ternyata asyik juga Bupati buat aturan atau intruksi Sekda yang melanggar. “Mestinya, puluhan ASN itu tidak diloloskan masuk ke Halteng oleh Sekda Halteng karena puluhan ASN itu datang dari wilayah zona merah,” tegas masa aksi tadi.

Puluhan masa aksi yang menamakan Rakyat Bantu Rakyat (RBR) ini juga mengancam bakal mengambil alih untuk menjaga posko utama yang merupakan sebagai pintu keluar masuk warga ini karena tak lagi mempercayai petugas Satgas Covid -19 yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah.

Meskipun puluhan masa aksi sangat kesal dan merasa dirugikan atas sikap kebijakan yang melanggar intruksi bupati tersebut. Menurut puluhan masa aksi bahwa kebijakan Sekda merupakan tindakan yang salah karena telah meloloskan puluhan ASN dari zona merah masuk ke Halteng.

“Kami warga saja tak bisa keluar daerah karena menghargai intruksi bupati, sementara Sekda sendiri tak mematuhinya dan melanggar, inikan salah. Mestinya Sekda harus memikirkan keselamatan masyarakat banyak.

Pantauan media ini pada posko utama Moreala desa Wedana Senin, (01/06/20) siang hingga sore tadi, puluhan masa aksi berhasil menumbangkan dua pohon kayu ke jalan dengan tujuan menutup akses keluar masuk. Tak lama kemudian, Sekda Yanto M Asri bersama rombongan tim covid -19 Kabupaten menghadiri permintaan puluhan masa aksi untuk mengklarifikasi kebijakan meloloskan puluhan ASN Minggu, (31/05/20) kemarin.

Beginilah tanggapan Sekda Halteng terkait kebijakan yang diambilnya kemarin. “Begini kronologisnya, Minggu pagi dirinya pergi ke kebun miliknya dan mendapat informasi dari tim covid -19 kecamatan yakni Sekcam Weda Ilham Hi Suud terkait puluhan ASN yang ditahan di Posko Moreala dari jam 9.00 wit (pagi) karena puluhan tidak membawa hasil rapid test dari Tidore Kepulauan (Tikep),” kisahnya.

Dan pada jam 9 pagi itu saya pergi di kebun lanjut Sekda, kemudian saya juga mendapat informasi dari Sekcam lagi yang menyatakan bahwa tunggu Sekda pulang. Sementara saya (Sekda) pulang dari kebun itu sudah pukul 17.30 wit atau stengah enam, dan saat itu puluhan ASN masih siaga di Posko moreala.

Seandainya kalau mereka warga Payahe dan Oba, maka saya akan suru mereka kembali. Karena saya melihat mereka adalah ASN yang bertugas di Pemkab Halteng maka saya berkoordinasi dengan Sekretariat Satgas, masih adakah sisa rapid test yang diberikan PT IWIP untuk karyawannya dan jawaban dari Satgas masih ada, sehingga saya butuh 21.

Intruksi Bupati yang langgar tapi protap kesehatan saya ikuti karena puluhan ASN itu di rapid test menjelang jam 6 sore. Selain itu, saya juga menjaga sampai 3 orang selesai di rapid test karena waktu magrib saya pulang ke rumah, selesai magrib saya balik dan pantau kembali dan menanyakan hasil rapid test puluhan ASN itu kepada Kadinkes Rija Rajana dan Alhamdulillah semua non-reaktif,” ucap Sekda.

Namun sebelumnya sudah saya sampaikan kepada puluhan ASN itu agar tidak keluar rumah bahkan ke pasar pun tidak bisa (karantina) dirumah selama 14 hari. Akan tetapi semalam saya mendapatkan informasi warga menyoal lolosnya puluhan ASN itu, saya perintahkan puluhan ASN itu kembali lagi ke Tidore Kepulauan (Tikep) pada jam 10 pagi sekaligus dikawal oleh Patroli Satpol PP sampai ke Loleo Oba,” tandasnya.

Laporan : Lamagi La Ode

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed