oleh

TIM Film SELIMUT KABUT RONGKONG Terjebak ditengah Bencana Banjir Masamba

TIM Film SELIMUT KABUT RONGKONG Terjebak ditengah Bencana Banjir Masamba

 

Oleh: Andi Agung Iskandar

Kami tiba di Masamba Luwu Utara ditengah hujan deras. Rupanya musim hujan belum berakhir di daerah ujung paling utara Sulsel ini. Perjalanan tidak bisa kami lanjutkan dan harus menginap.

Malam kedua di kota Masamba, kami diberitahu warga bahwa sungai Rongkong mengalami banjir bandang dan sempat meluap membanjiri kawasan perkotaan.

Menunggu kondisi cuaca membaik, tim produksi film Selimut Kabut Rongkong (SKR) melakukan “reading” naskah dan simulasi adegan digedung JAS Mulia. Semua pendukung produksi dan artis sekaligus dipertemukan dalam proses tersebut.

Senin siang cuaca mulai normal. Rombongan segera meninggalkan kota Masamba menuju Rongkong. 5 mobil untuk kru dan artis serta 1 mobil barang.

Setengah jalan menuju Rongkong, rombongan kami terhalang hujan lebat. Kami singgah disebuah warung kopi pinggir jalan ketika malam sudah diselimuti kabut tebal. Hujan seolah tidak tanda reda. Beberapa pengendara ojek motor yang turun dari Rongkong menyampaikan kepada kami bahwa kondisi jalan didaerah atas sudah rusak parah akibat longsor yang terjadi dibeberapa tempat. Namun kabar tersebut kami abaikan dan tetap bergerak naik. Akibatnya jarak Mamasa ke Rongkong sejauh 50 kilometer harus kami tempuh selama 8 jam. Untungnya properti mobil off road jenis Jeep yang kami bawa bisa dimanfaatkan menarik mobil tim satu persatu jika terjebak lumpur. 3 jam kami terjebak di beberapa titik jalan yang berlumpur.

BACA JUGA: Puisi “AIR MATA CORONA” Oleh Ahmadi Haruna

Kami tiba di Desa Limbong Rongkong jam 1 malam dalam kondisi hujan deras. Suhu 12 derajat celcius sangat dingin dan menyengat tulang. Listrik padam. Tidak ada sinyal seluler apalagi internet. Hal yang bisa kami lakukan hanya menyiapkan kantung tidur untuk istirahat dan menghangatkan tubuh. .

Seorang kru yang menyusul datang keesokan harinya membawa kabar bahwa semalam telah terjadi banjir bandang di Luwu Utara. Kota Masamba dan sebagian wilayahnya porak poranda diterjang banjir bandang dari 3 sungai secara bersamaan. Ketiga sungai tersebut adalah sungai Masamba, sungai Meli dan sungai Rongkong. 30 orang ditemukan meninggal dan 60 orang dinyatakan hilang.

Untuk pertama kalinya, tiga sungai di Luwu Utara meluap secara bersamaan dan mengakibatkan dampak banjir paling dahsyat dalam sejarahnya. Sebelumnya diketahui hanya sungai Rongkong yang kerap meluapkan banjirnya. (Ind)

TIM Film SELIMUT KABUT RONGKONG Terjebak ditengah Bencana Banjir Masamba

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed