NTB

Lagi dan Lagi, Warga Gili Trawangan Buat Petisi Tolak David

49
×

Lagi dan Lagi, Warga Gili Trawangan Buat Petisi Tolak David

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com LOMBOK UTARA (NTB) : Konflik antara investor asing asal Prancis David Alexandre Guy selaku owner PT Carpedien dengan warga pengelola lahan di Gili Trawangan, Lombok Utara, masih berlanjut. Bahkan, laporan atas dugaan perusakan dan penjarahan pun telah dilayangkan warga ke Polda NTB.

 

Konflik itu menginisiasi warga membuat petisi penolakan David datang ke Gili Trawangan. ’’Kami buat petisi supaya David dan Lalu Reby (Direktur PT Carpedien) tidak masuk lagi ke Gili Trawangan. Itu ditandatangani kepala dusun, BPD, tokoh masyarakat dan pelaku wisata,” ujar anggota Badan Permusyawaratan Desa Khairil Anwar kepada Topikterkini.com

 

Menurutnya, sudah dua kali warga membuat petisi penolakan David. Hal ini dikarenakan banyak masalah yang ditimbulkan dengan warga. Sehingga warga Gili Trawangan tidak ingin karena satu orang asing, kondusifitas pariwisata di Gili Trawangan terganggu ungkapnya.

 

Apalagi melihat treck record David yang pada tahun 2023 lalu juga pernah dideportasi Imigrasi Mataram karena menyalahi izin tinggal. Namun entah bagaimana, David kini diizinkan kembali oleh Dirjen.

 

David saat ini sedang berperkara dengan salah satu warga atas nama Ida Adnawati, pengelola lahan HPL Pemprov NTB di Gili Trawangan. Hasil putusan sidang PN Mataram, kerja sama David dengan ida dibatalkan demi hukum karena menyalahi ketentuan. Sehinggapengelolaan Ego Restoran yang selama ini dikerjasamakan dikembalikan ke Ida Adnawati pungkasnya.

 

Tak terima atas putusan ini, David melalui kuasa hukumnya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi NTB. Sambil menunggu putusan Pengadilan Tinggi NTB, dia masih bersikeras mengelola Restoran Egoiste di Gili Trawangan.

 

’’Kami berharap proses hukum ini juga mudahan cepat selesai. Karena kami di sini sangat capek dengan keadaan di sini,” ungkap Khairil.

Kepala Dusun Gili Trawangan Husni membenarkan pihaknya sudah membuat petisi terkait penolakan WNA asal Prancis tersebut. “Betul itu saya tandatangani. Kami tidak ingin ada pihak yang membuat polemik di Gili Trawangan ini,” tegasnya.

 

Apalagi David ini dinilai kerap memiliki masalah dengan warga lokal. Sehingga kepala dusun dan warga sepakat menolaknya untuk menginjakkan kaki di Gili Trawangan. ( TT-01).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *