oleh

Diduga Kelelahan Usai Jaga Logistik, Seorang Anggota KPPS Meninggal Dunia

Laporan Jurnalis Kalbar : Yahya Iskandar

TOPIKterkini.com, Kalbar Syafe’i (47), salah seorang anggota KPPS di TPS 03, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu meninggal dunia, pada Selasa (16/4) malam. Diduga Syafe’i meninggal dunia karena jantungan dan kelelahan.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sekadau, Gita Rantau saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Gita mengatakan, Syafe’i meninggal dunia setelah menjaga logistik pemilu 2019.

“Setelah distribusi (logistik, red) dari PPS ke TPS, almarhum pulang ke rumahnya, baring setelah itu meninggal sekitar pukul 23.00 wib, Selasa (16/4). Setelah bergilir menjaga kotak suara di rumah Ketua TPS 03,” ujar Gita, Minggu (21/4).

“Diduga karena lelahan terus jantung,” timpal Gita.

Gita mengatakan, pihak provinsi sudah meminta data almarhum kepada pihaknya. Ia mengatakan, data tersebut nantinya akan diserahkan ke KPU Provinsi Kalimantan Barat.

“Kemungkinan ada santunan dari KPU. Kami masih menunggu instruksi dari provinsi,” tambahnya.

Gita menambahkan, setelah almarhum meninggal memang tidak ada waktu untuk mengganti anggota KPPS. Sehingga, kata dia, alternatifnya anggota KPPS pada hari H pemungutan suara dibanti oleh PAM TPS.

“Jadi KPPS pada 17 April tetap 6 orang. Karena tidak ada waktu untuk mengganti,” ungkapnya.

Berkaca dari kasus tersebut, Gita mengimbau agar PPS dan PPK selalu menjaga kesehatannya. Terlebih, proses rekapitulasi penghitungan suara masih melewati rangkaian yang cukup panjang.

“Kami terus mengingatkan anggota PPS, PPK untuk menjaga kesehatannya. Perbanyak minum air putih dan vitamin untuk jaga daya tahan tubuh. Jangan lupa istirahat,” pungkasnya.

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed