Dalam pertemuan itu disepakati untuk mengirim utusan menghadap Datu menyampaikan keinginan rakyat, agar We Tenriola, Puteri tunggal yang tercinta itu segera disingkirkan dari kedatuan Luwu, Diputuskan pula bahwa apabila Datu tidak menghiraukan permohonan rakyatnya, maka seluruh rakyat Kedatuan Luwu akan meninggalkan Kedatuan dan pindah ketempat lain ( malekke dapureng).
Pada waktu yang telah ditentukan, para delegasi rakyat bersiap untuk menghadap Datu, Setelah diatur dengan rapi delegasi pun datang menghadap dan setelah sampai dihadapan Datu Luwu, salah seorang di antaranya bertindak sebagai juru bicara menyampaikan kata-kata permohonan rakyat:
“Maafkan Datu, atas nama seluruh rakyat kedatuan Luwu kami mempersembahkan permohonan ampun beribu ampun kepada Datu”
“Kami ingin menyampaikan bahwa yang mana Datu sukai antara telur yang banyak dibanding telur sebutir”
“Kalau Datu lebih menyukai telur yang sebutir maka kami semua rakyat kedatuan Luwu akan meninggalkan kedatuan yang kami cintai ini, Tetapi apabila Datu lebih menyukai telur yang banyak dari pada telur yang sebutir, maka kami memohon kiranya tuan Puteri We Tenriola yang terserang penyakit kulit, kiranya segera disingkirkan dari kedatuan Luwu.”
Mendengar kata-kata juru bicara utusan rakyat yang datang menghadap itu, Datu Luwu pun menengadah menahan kesedihan hatinya, kemudian tunduk tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.
Suasana menjadi hening mencekam. Semua yang berada dalam ruangan pertemuan itu merasa sedih dan terharu melihat keadaan sang Datu.
Rasa bimbang yang terjepit diantara pilihan pada Puteri kesayangannya dan kecintaannya kepada rakyatnya
Akhirnya dengan air mata berlinang-linang, dengan terbata-bata Datu berkata; “Permohonanmu wahai rakyatku saya telah dengarkan, keinginanmu telah saya maklumi sehingga untuk itu saya telah mengambil keputusan, bahwa saya lebih mencintai telur yang banyak dari pada telur yang sebutir.
Saya harap supaya kalian kembali hidup tentram sambil membantu saya mempersiapkan pemberangkatan Puteri We Tenriola, Puteri tunggal saya yang akan meninggalkan kedatuan Luwu menuju tempat yang kita tidak sama ketahui.











