Singkat cerita, di kisahkanlah peristiwa yang terjadi antara tuan Puteri dengan seekor kerbau balar, setelah selesai dijilati tubuhnya, tuan Puteri We Tenriola merasa mengantuk dan ia pun pergi tidur. Setelah bangun tidur, kelihatan sekali adanya perubahan dan kesembuhan dari penyakit yang menimpanya, sampai kulitnya pulih kembali sebagaimana sediakala, malahan menjadi kian berseri.
Tersebutlah pada suatu hari putra mahkota Kerajaan Bone – La Malu to Anging Raja, pergi berburu bersama pengawalnya, Tiba-tiba Putra Raja itu tersesat bersama para pengawalnya, Mereka berusaha keluar dari hutan, akan tetapi jalan untuk keluar tidak dapat mereka temukan. berhari-hari sudah, mereka berputar-putar di tengah hutan itu, hingga bekal yang mereka bawa pun habis
Sambil beristirahat di bawah sebuah pohon yang besar, tiba-tiba salah seorang pengawal mengusulkan kepada junjungannya agar diperkenankan memanjat pohon itu, siapa tahu ada sesuatu yang dapat dijadikan pedoman untuk keluar dari kesesatan di hutan itu.
Akhirnya salah seorang dari pengawal putra mahkota Kerajaan Bone di perbolehkan memanjat pohon tempat dimana tuannya beristirahat
Di kejauhan ia melihat asap api yang mengepul ke angkasa, Dalam pikirannya pastilah ditempat itu ada manusia yang tinggal di sana, Maka diamatinyalah tempat itu dengan lebih cermat dan seksama, Samar- samar dilihatnya seperti ada perkampungan yang ditandai dengan adanya beberapa bangunan
Segera saja sang pengawal turun dan langsung melaporkan kepada tuannya La Malu To Anging Raja apa yang telah dilihatnya dan akhirnya disepakatilah untuk mengutus beberapa orang untuk mengunjungi perkampungan tersebut.
Kisah Mengapa Orang Bugis Pantang Makan Kerbau Balar











