oleh

Garis Polisi Sekitar Kapal BBM di Lotim Belum Terpasang, Dua Tersangka di Pertanyakan!

 

Topikterkini.com.Mataram – Ditpolairud Polda NTB, telah resmi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus kapal BBM ilegal di Pelabuhan Labuhan Haji, pada Sabtu 24 September 2022.

Tidak hanya itu saja, Polda NTB juga telah resmi menahan dua orang yang merupakan Nakhoda Kapal.

Melihat persoalan itu, Aliansi Pemuda Aktivis Nusa Tenggara Barat (ALPA NTB), menduga ada kejanggalan dalam penetapan tersangka kasus kapal BBM ilegal di Pelabuhan Labuhan Haji.

“Kami melihat ada kejanggalan dalam penetapan tersangka kasus kapal BBM ilegal oleh Ditpolairud Polda NTB,” kata Ahmad Muzakkir, ketua presidium ALPA NTB, Selasa, (27/09/2022).

Pasalnya pihak perusahaan PT Tripatra Nusantara, sebagai pemesan dari ratusan ribu liter BBM tak sesuai spek itu, sampai saat ini belum diungkap perannya oleh penyidik Ditpolairud Polda NTB.

“Ini menimbulkan pertanyaan Polairud dengan perusahaan, kenapa nakhoda saja yang di tahan, sementara pihak perusahaan sebagai pemesan BBM tersebut masih bebas,” ungkap zakkir.

Selain itu, ia juga membeberkan bahwa pihak kepolisian tidak melakukan penjagaan ketat di lokasi penahanan Kapal BBM ilegal tersebut, pasalnya bisa saja mereka memindahkan BBM pada malam hari atau waktu tanpa kontrol petugas.

“Jadi ini sebagai bukti kepolisian melakukan pembiaran terhadap perusahaan yang tidak jelas itu, dan patut kita curigai Polda ini,” Tegasnya.

“Katanya sudah ada penahanan, tidak adanya garis polisi di pasang di sekitar kapal tersebut dan apakah itu saja di tahan, apakah tidak ada pengembangan lagi, ini salah satu yang kita pertanyakan ke pihak Ditpolairut Polda NTB,” Jelasnya.

” Padahal persoalan ini sudah menyebar luar dan menjadi sorotan publik atau netizen di medsos. Kita berharap kepada Ditpolairut Polda NTB agar propesional menangani kasus tersebut,” Tutup nya.

 

Liputan; RiL

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *