ARTIKELOPINI

Kisah Mengapa Orang Bugis Pantang Makan Kerbau Balar

2626
×

Kisah Mengapa Orang Bugis Pantang Makan Kerbau Balar

Sebarkan artikel ini
Kisah Mengapa Orang Bugis Pantang Makan Kerbau Balar
Ilustrasi Kerbau Balar

Di tengah-tengah lokasi perumahan yang mereka bangun itu, di bangun pula sebuah rumah besar untuk tempat tinggal tuan Puteri We Tenriola, Setelah rampung seluruhnya, segala barang yang ada di rakit diangkut naik ke rumah yang sudah selesai dibangun, termasuk peralatan tuan Puteri.

Tuan Puteri  pun diusung hingga naik ke rumah besar yang berada ditengah-tengah perumahan itu, Pengiringnya menempati rumah yang ada disekeliling rumah tuan Puteri.

Begitulah mereka pada mulanya menempati perkampungan itu, sambil perlahan berusaha membuka ladang dan persawahan. Setiap hari mereka giat bekerja, membangun perkampungan itu. Sawah dan ladang yang baru mereka buka dan jalan perkampungan ditata rapi.

Bertahun lamanya mendiami perkampungan itu, Mereka hidup dari hasil sawah dan ladang yang mereka usahakan sendiri. Ikan mereka tangkap dari sungai yang mengalir tidak jauh dari tempat mereka dan sekali-kali kaum pria pergi berburu rusa di hutan dan sejak saat itu hidup mereka aman dan tentram tidak kurang suatu apa pun.

Mengenai keadaan penyakit tuan Puteri We Tenriola, mereka merawatnya dengan ramuan obat yang mereka buat sendiri dari daun-daun kayu yang tumbuh di hutan tidak jauh dari perkampungan mereka, Namun segala upaya itu tidak menyembuhkan penyakit sang Puteri, tetapi juga tidak makin parah.

Hingga pada suatu hari, ketika para penghuni perkampungan itu sedang pergi bekerja di sawah dan ladang mereka, tiba-tiba datanglah seekor kerbau balar – berwarna dan berbulu putih, memakan padi yang mereka jemur.

Ketika itu tuan Puteri We Tenriola yang kebetulan melihat ke luar jendela, menyaksikan apa yang terjadi. Terlihat olehnya kerbau balar sedang memakan padi yang dijemur di depan rumahnya, Ia berteriak sekuat tenaga mengusir kerbau itu, akan tetapi kerbau itu tak beranjak pergi dari tempatnya, bergeser pun tidak.

Tuan Puteri  dengan segala tenaga dan keberanian yang ada padanya turun untuk menghalau kerbau itu, Tetapi, kerbau yang melihat kedatangan tuan Puteri malah tidak lari, melainkan menyongsong kedatangan sang Puteri, Tuan Puteri  pun berteriak lari ketakutan.

“Tolong….toloooong….tolong”

Malang, tiba-tiba kakinya terantuk pada sebuah batu dan ia pun terjatuh tidak sadarkan diri, Apa kejadian selanjutnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *