Topikterkini.com.Lombok Timur– Adanya penahanan dan tebus ijazah di SMAN 1 Sikur menjadi perbincangan publik. Para siswa di suruh menebus ijazah mereka oleh pihak sekolah kalau tidak ijazah tidak bakal di berikan Oleh pihak sekolah.
Kasus tersebut di perkirakan sudah dua tahun yang lalu, adanya penambahan ijazah siswa 200 orang di suruh menebus nya.
Adanya hal tersebut ombudsman turun ke sekolah tersebut untuk mengkroscek laporan dari wali murid.
Kepsek SMAN 1 Sikur mengatakan, memang benar ada dari ombudsman turun dulu, Ucapnya.
” Ini udah lama sekitar dua (2 ) tahun yang lalu, ” Jelasnya.
Ia menyebut, mengenai penahanan ijazah dari pihak sekolah itu tidak benar, bahkan ombudsman juga sudah Pernah turun berdasarkan laporan dari salah satu wali murid kami dulunya.
“Tidak ada pungli dan tidak ada penahanan ijazah siswa,” Terangnya.
” Bahkan dari ombudsman juga sudah membuat surat ke kami bahwa itu tidak benar,” Terangya.
” Ijazah siswa kami yang dulu yang ada di sekolah, pihak kami di sekolah mencari siswa tersebut dan mengantarkan ijazah mereka ke rumah nya,” Ujaranya.
” Intinya tidak ada penahanan ijazah dan tidak ada penebusan ijazah siswa kami,” tutupnya.
Liputan: RiL











